Perbandingan Model Acuan Iso-Osi Dan Tcp/Ip

ISO-OSI Model Referensi - (Model Tujuh Lapisan)
Mendefinisikan bagaimana Jaringan Digital berkerja serta merupakan OSI (Open System Interconnection) model Standar Organisasi Standardisasi Internasional (ISO)

TCP/IP Model Referensi - (Transmission Control Protocol serta Internet Protocol)
Model jaringan komputer ketika ini. Protokol yg meyesuaikan setiap komunikasi yg melalui jaringan. Menggambarkan pergerakan data antara sumber serta tujuan atau dunia maya.




ISO-OSI Model Referensi serta TCP/IP Model Referensi

   - 01 -
ISO-OSI - Generik, Protokol Standar Independen, bertindak sebagai gateway komunikasi antara jaringan serta pengguna akhir.
TCP / IP - Model didasarkan pada Protokol Standar dimana Internet berkembang. Protokol komunikasi yg memungkinkan koneksi dari Host melalui jaringan.

   - 02 -
ISO-OSI - Lapisan Transport menjamin pengiriman Paket.
TCP / IP - Lapisan Transport tidak menjamin pengiriman Paket. Model yg lebih Handal.

   - 03 -
ISO-OSI - Mengikuti pendekatan Vertikal.
TCP / IP - Mengikuti pendekatan Horizontal.

   - 04 -
ISO-OSI - Memiliki Lapisan Presentasi serta Lapisan Sesi yg terpisah.
TCP / IP - Tidak mempunyai Lapisan Presentasi serta Lapisan Sesi

   - 05 -
ISO-OSI - Model sekitar Jaringan dibangun. Digunakan sebagai alat Bimbingan.
TCP / IP - Implementasi cara model OSI.

   - 06 -
ISO-OSI - Menyediakan baik layanan Connection Oriented serta Connectionless.
TCP / IP - Hanya menyediakan layanan Connectionless.

   - 07 -
ISO-OSI - Memiliki duduk kasus pembiasaan protokol ke dalam model.
TCP / IP - Tidak cocok setiap protokol

   - 08 -
ISO-OSI - Protokol tersembunyi serta gampang diganti alasannya perubahan teknologi.
TCP / IP - Penggantikan protokol tidak mudah.

   - 09 -
ISO-OSI - Layanan, Antarmuka serta Protokol yg sangat terang serta menciptakan perbedaan yg terang antara nya. Ini ialah protokol Independen.
TCP / IP - Layanan, Antarmuka serta Protokol tidak terang dipisahkan. Tergantung protokol.

   - 10 -
ISO-OSI - Memiliki 7 lapisan
TCP / IP - Memiliki 4 lapisan








































Mengenal Layanan 3G 4G 4G-Lte 5G

Layanan Internet

Di Indonesia memang masih jauh dari kata memuaskan. Jangankan bicara berkecepatan, untuk sanggup mendapat jaringan dunia maya yg stabil saja masih susah. Kehadiran layanan 4G LTE di Indonesia disambut oleh para pengguna dunia maya di Tanah Air. Secercah keinginan kini membuncah dibenak para pengguna yg memimpikan layanan dunia maya yg cepat serta stabil.


Jaringan 4G LTE (Long Term Evolution) merupakan teknologi jaringan telekomunikasi terbaru yg dikategorikan sebagai teknologi generasi keempat. LTE mempunyai keunggulan pada berkecepatan, efisiensi jaringan, sehingga pelanggan sanggup menikmati layanan data dengan lebih nyaman, cepat, serta efisien.

G (Generasi)

Standar sebagai langkah "Perbaikan serta Teknologi terbaru".

Skema modulasi yg berbeda, protokol tumpukan yg berbeda, arsitektur teknologi yg berbeda, radio yg berbeda.

Akibatnya jaringan gres & modem gres lengkap meskipun,  dalam prakteknya mereka digabungkan ke dalam Sistem Fisik satu Multi-Mode.

Perkembangan Teknologi

1G --- Analog
Termasuk NMT, AMPS, TACS .. dll
Ini tidak melaksanakan pengiriman data.

2G --- Digital, Suara
Termasuk GSM, D-AMPS, PDC
Melakukan data hanya sebagai Modem Analog
(menggunakan seluruh saluran) di 9.6Kbps

2.5G -- Menambahkan didedikasikan Data Digital (GPRS)
2.75G - Data yg lebih cepat (EDGE)

Kecepatan Data
  >>  9.6Kbps (GSM)
  >>  33Kbps (GPRS)
  >>  200Kbps atau lebih tinggi (2.75G)

3G ---  Digital
Didukung Data, tapi masih Circuit Switched
Termasuk  UMTS / WCDMA, EvDO

3.5G -- Data yg lebih cepat
menambahkan Paket Data (HSPA) Selalu ON.
Masih arsitektur circuit switched.


Peningkatan pengiriman Data
Dari 2Mbps ke puluhan Mbps

Saingan teknologi  ("CDMA"). IS95, EvDO.
Dipasarkan sebagai 3G ketika dilepaskan, tapi awalnya mungkin lebih bersahabat dengan 2.5G serta kemudian upgrade ke 3G dengan EvDO upgrade.

4G --- Broadband Nirkabel
OFDMA, Flat Architecture, True Paket Switched
Data murni : bunyi sebagai VoIP (VoLTE)
Kebanyakan orang mengungkapkan ini ialah LTE & WiMAX, (meskipun sesertag menunggu untuk peralihan ke LTE-A, menurut definisi data rate).

4.5G - Tidak banyak digunakan
Tetapi mengungkapkan bahwa ini ialah LTE-A
Kecepatan data dari Puluhan Mbps - Ratusan Mbps

5G ---  Belum didefinisikan
Lebih cepat. Kemungkinan untuk menso kasatmata 2020
Yang beropini perihal kini di baserta standar.
kemungkinan akan menso perpanjangan dari 4G tetapi dengan berkecepatan data yg lebih tinggi serta santunan yg makin manis untuk





Long-Term Evolution (LTE)

Nama lengkapnya ialah 3GPP LTE (3rd Generation Partnership Project), yg menyebarkan dokumen serta merilis teknologi ini.

LTE Teknologi 4G oleh perusahaan sebagai pecahan dari layanan Nirkabel atau Mobile, tetapi standar ajaran yg makin manis sebagai "3.9G" sebab belum memenuhi persyaratan yg ditetapkan oleh ITU-R untuk 4G.

Karena tekanan pemasaran serta kemajuan signifikan yg WiMAX, Evolved High Speed Packet Access serta LTE membawa ke teknologi 3G asli, ITU memutuskan bahwa LTE bersama dengan teknologi tersebut sanggup disebut Teknologi 4G.

LTE Standar lanjutan resmi memenuhi persyaratan ITU-R dipertimbangkan IMT-Advanced. Untuk membedakan LTE Advanced serta WiMAX-Advanced dari teknologi 4G ketika ini, ITU telah didefinisikan sebagai "True 4G".
(Generasi ke-5 Jaringan Mobile
atau Sistem Nirkabel)


Tahap berikutnya yg diusulkan utama dari Standar Telekomunikasi Seluler di luar standar ketika ini 4G / IMT-Advanced.

Puncak berkecepatan Koneksi Internet yg lebih cepat, 5G perencanaan bertujuan kapasitas yg lebih tinggi dari 4G ketika ini, memungkinkan jumlah yg lebih tinggi dari pengguna Mobile Broadband per satuan luas, serta memungkinkan konsumsi data lebih tinggi atau tidak terbatas Gigabyte per bulan / pengguna.

Akan membuatnya layak untuk sebagian besar penduduk untuk Streaming Media High-Definition jam per hari dengan perangkat mobile, ketika keluar dari jangkauan Hotspot Wifi.

Mobile Communicatiions






Lapisan Fisik - Osi Model

Lapisan yg bertanggung jawab untuk mengirimkan bit dari satu komputer ke komputer lain. Lapisan ini tidak peduli dengan arti Bit, penawaran koneksi Fisik ke jaringan serta pengiriman serta penerimaan Sinyal. Memainkan tugas berinteraksi dengan Perangkat Keras serta Mekanisme Signaling.

Lapisan yg berkaitan dengan Konektivitas Fisik dari dua stasiun yg berbeda. Mendefinisikan peralatan Perangkat Keras, Kabel, Frekuensi, Pulsa yg dipakai untuk mewakili Sinyal Biner. Lapisan yg mendefinisikan Rincian Listrik serta Fisik direpresentasikan sebagai 0 atau 1.


Berapa banyak pin jaringan akan berisi,
saat data sanggup dikirim atau tidak serta bagaimana data akan disinkronkan.
Lapisan yg menyediakan layanan untuk Lapisan Data-Link.
Lapisan Data-Link menyerahkan Frame untuk Lapisan Fisik.
Lapisan Fisik mengkonversi untuk Pulsa Listrik, yg mewakili Data Biner.
Data Biner kemudian dikirim melalui Media Kabel atau Nirkabel.



FUNGSI LAPISAN FISIK


BIT REPRESENTATION
Data pada lapisan ini terdiri dari fatwa bit. Bit harus dikodekan menso sinyal untuk transmisi. Mendefinisikan jenis encoding ialah bagaimana 0 serta 1 berubah menso sinyal.

DATA RATE
Mendefinisikan tingkat transmisi yg merupakan jumlah bit per detik.

SYNCRONIZATION
Berkaitan dengan sinkronisasi pemancar serta penerima. Pengirim serta akseptor disinkronisasi di tingkat bit.

INTERFACE
Mendefinisikan antarmuka transmisi antara perangkat serta media transmisi.

LINE CONFIGURATION
Menghubungkan perangkat dengan medium:
Point to Point konfigurasi serta konfigurasi Multipoint.

TOPOLOGY
Perangkat harus terhubung memakai topologi (Mesh, Star, Ring serta Bus).

TRANSMISSION MODE
Mendefinisikan arah transmisi antara dua perangkat (Simplex, Half Duplex, Full Duplex).

BASEBAND DEALS
 -  Penawaran dengan Baseband serta Transmisi Broadband.

























Lapisan Data-Link - Osi Model

Lapisan yg paling diandalkan ke Node pengiriman data. Membentuk FRAME dari PAKET yg diterima dari Lapisan Jaringan serta memperlihatkan ke Lapisan Fisik. Ini Sinkronisasi Informasi yg akan dikirimkan. Pengendalian kesalahan gampang dilakukan. Data dikodekan kemudian diteruskan ke Lapisan Fisik.


Merupakan salah satu lapisan yg paling Rumit serta mempunyai Fungsi serta kewajiban yg kompleks. Lapisan yg menyembunyikan Rincian Hardware serta mewakili dirinya untuk lapisan atas sebagai media berkomunikasi.

Lapisan Data-Link mempunyai dua Sub-Lapisan:
Logical Link Control  - Berkaitan dengan Protokol, Kontrol,-Aliran serta Kontrol Kesalahan.
Media Access Control - Berkaitan dengan Kontrol media sebenarnya.


Deteksi Kesalahan yg dipakai mengoreksi Kesalahan. Pesan keluar dirakit menso FRAME. Kemudian menunggu pengakuan, akan diterimanya data sesudah pengiriman salesai. Bertanggung Jawab untuk mengubah Aliran Data ke Sinyal Listrik bertahap serta mengirim kan nya.

Pada sisi Penerima, Lapisan Data-Link mengambil dari perangkat keras yg berupa Sinyal Listrik, merakit dalam Format FRAME serta meneruskan ke Lapisan Transport di atas nya


FUNGSI LAPISAN DATA LINK

   •   FRAMING
Aliran Bit yg diterima dari Lapisan Jaringan mensokan Unit Data yg dikelola serta Pembagian Airan Bit dilakukan. Menerima PAKET dari Network Layer serta merangkum mereka ke FRAME. Mengirimkan setiap FRAME Bit-by-Bit pada perangkat keras. Pada akseptor 'akhir, lapisan data link mengambil sinyal dari perangkat keras serta merakitnya menso FRAME.

   •   PHYSICAL ADDRESSING
Menambahkan HEADER pada FRAME untuk mendefinisikan Alamat FISIK dari pengiriman atau penerimaan Fame, Jika Frame yg akan dipengirimankan kepada sistem yg berbeda pada jaringan. Menyediakan 2 Lapisan Hardware prosedur pengalamatan. Alamat Hardware diasumsikan unik pada link. Hal dikodekan ke dalam perangkat keras pada dikala Manufaktur. (LLC serta MAC)

   •   FLOW CONTROL
Mekanisme Kontrol anutan untuk menghindari Pemancar berjalan Cepat tetapi Penerima mendapatkan Lambat dengan sedikit suplemen Buffering yg disediakan.  Juga mencegah kemacetan kemudian lintas di sisi Penerima. Stasiun pada Link yg sama mungkin mempunyai Kecepatan atau Kapasitas yg berbeda. Lapisan Data-Link memastikan kontrol anutan yg memungkinkan kedua mesin untuk bertukar data pada berkecepatan yg sama.

   •   ERROR CONTROL
Kontrol Kesalahan dicapai dengan menambahkan sebuah Tailer di final FRAME. Duplikasi Frame dicegah dengan memakai prosedur ini. Kasertag Sinyal mungkin telah mengalami persoalan dalam Pengiriman serta Bit Kesalahan terbentuk. Akan terdeteksi serta berusaha untuk memulihkan ke kasatmata Data Bit. Juga menyediakan prosedur pelaporan kesalahan ke pengirim.

   •   ACCESS CONTROL
Protokol Lapisan memilih perangkat mempunyai kontrol atas link pada waktu tertentu, Ketika dua atau lebih perangkat yg terhubung ke Link yg sama. Ketika Host pada link bersama mencoba untuk mentransfer data, mempunyai probabilitas tinggi terso Tabrakan. Lapisan Data-Link menyediakan prosedur menyerupai CSMA/CD untuk melengkapi kemampuan mengakses media menyebarkan di antara beberapa Systems.

   •   SYNCRONIZATION
Ketika Data FRAME dikirim pada Link, Kedua mesin harus disinkronkan untuk pengiriman data berlangsung hingga final pengiriman pada dikala bersamaan.

SINYAL

Ketika data dikirim melalui Media Fisik, Pertama diubah menso Sinyal Elektromagnetik. Data bisa menso Analog, Data Analog serta Digital direpresentasikan dalam Sinyal Digital atau Analog.
   •   Sinyal DIGITAL
Merupakan urutan Pulsa Tegangan. Yang dipakai dalam sirkuit sistem komputer.
   •   Sinyal ANALOG
Merupakan Gelombang Kontinu, diwakili oleh Gelombang Elektromagnetik yg terus menerus.

PENURUNAN TRANSMISI

Ketika Sinyal berjalanan melalui Media cenderung memburuk, Banyak alasan yg ada.
   •   Atenuasi (Attenuation)
Penerima untuk menafsirkan data akurat, sinyal harus cukup kuat. Ketika sinyal melewati medium, cenderung untuk mendapatkan penurunan meliputi Jarak, kehilangan kekuatan.
   •   Penyebaran (Dispersion)
Sinyal berjalanan melalui Media, Cenderung menyebar serta tumpang tindih. Jumlah dispersi tergantung pada frekuensi yg digunakan.
   •   Distorsi delay (Delay distortion)
Sinyal dikirim melalui media dengan berkecepatan yg telah ditentukan serta Frekuensi. Jika berkecepatan sinyal serta frekuensi tidak cocok, ada kemungkinan sinyal mencapai tujuan dalam mode yg berbeda. Di media digital, ini sangat penting bahwa beberapa bit mencapai lebih awal dari yg sebelumnya dikirim.
   •   Kebisingan (Noise)
Gangguan acak atau fluktuasi sinyal analog atau digital dikatakan Kebisingan, yg sanggup mendistorsi isu bahu-membahu yg sesertag dilakukan. Dapat dicirikan sebagai berikut:
       -  Thermal Kebisingan
Panas agitates konduktor elektronik media yg sanggup memperkenalkan kebisingan di media. Sampai tingkat tertentu, noise thermal tidak sanggup dihindari.
       -  Intermodulation
Ketika beberapa frekuensi menyebarkan media, gangguan mereka sanggup menimbulkan kebisingan di media. Intermodulation noise terso kalau dua frekuensi yg berbeda menyebarkan media serta salah satu dari mereka mempunyai kekuatan yg berlebihan atau komponen itu sendiri tidak berfungsi dengan baik, maka frekuensi yg dihasilkan mungkin tidak disampaikan menyerupai yg dimaksudkan.
       -  Crosstalk
Semacam Kebisingan yg terso ketika sinyal gila masuk ke media. Karena sinyal di salah satu media mempengaruhi sinyal dari medium kedua.
       -  Impuls
Kebisingan ini diperkenalkan sebab gangguan yg tidak teratur menyerupai petir, listrik, arus pendek, atau komponen yg rusak. Data digital sebagian besar dipengaruhi oleh semacam ini kebisingan.

MEDIA TRANSMISI

Media di mana Informasi antara dua sistem komputer dikirim, disebut medium transmisi.
Media transmisi tiba dalam dua bentuk.

   •   MEDIA DIPANDU
Kabel komunikasi / Kabel media, menyerupai UTP, kabel koaksial, serta Optik serat dipandu. Media pengirim serta akseptor pribadi terhubung serta isu yg mengirim (dipandu).

   •   MEDIA TERARAH
Ruang udara Nirkabel atau terbuka dikatakan media yg terarah, Tidak ada konektivitas antara pengirim serta penerima. Informasi yg tersebar di udara, serta siapa pun termasuk akseptor bahu-membahu sanggup mengumpulkan Informasi.

KAPASITAS KANAL

Kecepatan Transmisi Informasi dikatakan Kapasitas Saluran. Dihitung sebagai Data Rate.
   •   Bandwidth
Keterbatasan Fisik media yg mendasari.
   •   Kesalahan-Rate
Penerimaan salah isu sebab kebisingan.
   •   Encoding
Jumlah tingkat dipakai untuk signaling.

MULTIPLEXING

Teknik untuk mencampur serta mengirim beberapa anutan data melalui media tunggal. Teknik ini memerlukan perangkat keras sistem yg disebut Multiplexer (MUX) untuk multiplexing mengirim pada suatu media, serta De-Multiplexer (DMUX) yg mengambil isu dari media serta menpengirimankan ke aneka macam tujuan.

SWITCHING

Mekanisme Data/Informasi yg dikirim dari Sumber ke Tujuan yg tidak terhubung secara langsung. Jaringan mempunyai perangkat Interkoneksi, yg mendapatkan data dari Sumber yg terhubung langsung, kemudian menyimpan data, menganalisis. Selanjut nya Perangkat Interkoneksi mengirimkan nya ke tujuan.


[  CEN531 – Data Link Layer - Dr. Mostafa Hassan Dahshan
[  Chap.5 - The Data Link Layer
[  Chapter 3 - Data Link Layer - Raj Jain
[  Chapter 5 - The Data Link Layer
[  CS457 - Data Link Layer
[  Data Link Layer - WPI
[  Lesson 5 - The Data Link Layer
[  The Data Link Layer

Lapisan Jaringan - Osi Model

NETWORK Layer (OSI) - Tujuan utama dari lapisan ini yakni untuk memperlihatkan PAKET dari sumber ke tujuan di beberapa Jaringan. Jika dua komputer telah terhubung pada Jaringan yg sama maka tidak ada keperluan lain untuk berkomunikasi.



Rute Sinyal yg melalui susukan berbeda ke ujung yg lain serta bertindak sebagai pengendali jaringan. Membagi pesan keluar menso PAKET serta merakit PAKET masuk ke dalam pesan untuk tingkat yg lebih tinggi.


Mengelola pilihan yg berkaitan dengan Host serta Alamat Jaringan, mengelola Sub-Jaringan, serta InterNetworking. Mengambil tanggung jawab untuk Routing Paket dari sumber ke tujuan dalam atau di luar SubNet. Dua subnet yg berbeda mungkin mempunyai sketsa pengalamatan yg berbeda atau jenis menangani Non-Kompatibel.

Sama dengan Protokol, dua SubNet yg berbeda beroperasi pada Protokol yg berbeda yg tidak kompatibel satu sama lain. Lapisan jaringan mempunyai tanggung jawab untuk rute paket dari sumber ke tujuan, pemetaan sketsa pengalamatan yg berbeda serta protokol.




FUNGSI LAPISAN JARINGAN

   •   TRANSLATE
Merubah Alamat Jaringan Logis ke Alamat Fisik.
Bertanggung jawab dengan Sirkuit, Pesan atau Packet Switching.
Memecah Paket yg lebih besar ke dalam paket-paket kecil.

   •   ROUTER AND GATEWAY
Sebagai Router serta Gateway yg beroperasi di Jaringan.
Mekanisme disediakan untuk routing paket hingga ke tujuan akhir.
Mengatasi perangkat serta jaringan.
Internetworking antara dua subnet yg berbeda.
Mengisi tabel routing atau rute statis.

   •   CONNECTION SERVICE
Menyediakan Layanan Koneksi termasuk Kontrol Aliran Jaringan,
Kontrol Kesalahan jaringan serta Kontrol urutan paket.
Antrian data yg masuk serta keluar serta kemudian meneruskan mereka sesuai dengan kualitas hambatan layanan ditetapkan untuk paket tersebut.
Menyampaikan paket ke tujuan dengan upaya terbaik.
Menyediakan koneksi berorientasi serta koneksi kurang mekanisme.

FITUR LAPISAN JARINGAN

Dengan Fungsionalitas Standar, sanggup memperlihatkan aneka macam fitur seperti:
 -  Kualitas administrasi pelayanan
 -  Load balancing serta administrasi link
 -  Keamanan
 -  Keterkaitan protokol yg berbeda serta subnet dengan sketsa yg berbeda.
 -  Desain jaringan logis yg berbeda atas desain jaringan fisik.
 -  L3 VPN serta terowongan sanggup dipakai untuk memperlihatkan ujung ke ujung konektivitas berdedikasi.

Protokol Internet secara luas dipakai sebagai Protokol Lapisan Jaringan yg membantu untuk berkomunikasi ujung ke ujung perangkat melalui Internet. Muncul dalam dua rasa.
   •   IPv4 yg selama beberapa dekade dipakai tapi kini kehabisan ruang alamat.
   •   IPv6 diciptakan untuk menggantikan IPv4 serta untuk meringankan keterbatasan IPv4.




[  Introduction to Networking and the OSI Model
[  Open Systems Interconnection - Bhupendra Ratha





Lapisan Transpor - Osi Model

Tujuan utama memberikan Pesan dari Sumber ke Tujuan. Memastikan seluruh Pesan datang utuh serta memastikan kedua Error Control serta Flow Control hingga di sumber tujuan.

Memutuskan Transmisi data pada jalur Paralel/Tunggal. Lapisan Transport memecah Pesan (Data) ke dalam unit kecil sehingga Pesan ditangani lebih Efisien serta memastikan Pesan yg diterima telah diperiksa Kesalahan serta Kontrol Aliran.



Semua Modul serta Prosedur yg berkaitan dengan Transportasi Data atau Aliran Data dikategorikan ke dalam lapisan ini. Seperti semua lapisan lain, Lapisan ini berkomunikasi dengan lapisan rekan Transport nya dari Remote Host.


Menawarkan Peer-to-Peer serta Koneksi End-to-End antara dua proses di Host jarak jauh.
Lapisan Transport mengambil data dari lapisan atas (Application Layer) serta kemudian mengelompokkannya menso Segmen ukuran yg lebih kecil,

Dalam jumlah byte, serta dikirim ke lapisan bawah (Network Layer) untuk pengiriman.

















FUNGSI LAPISAN TRANSPOR

   •   SERVICE POINT ADDRESSING
Mengatasi titik pelayanan
Header Transport Layer termasuk titik layanan Alamat Port. Lapisan ini menerima Pesan ke proses pada komputer menyerupai Network Layer, yg menerima masing-masing Paket.
Menyediakan pengiriman End-to-End Data antara Host yg mungkin atau mustahil termasuk ke dalam SubNet yg sama.

   •   SEGMENTATION and REASSEMBLING
Segmentasi serta Pemasangan kembali - Pesan dibagi menso SEGMEN, Setiap Segmen berisi nomor urut, yg memungkinkan lapisan ini di pemasangan kembali pesan. Pesan dipasang kembali dengan benar sesudah datang di daerah tujuan serta menggantikan paket yg hilang dalam transmisi.

   •   END-TO-END COMMUNICATION
Proses pada satu Host mengidentifikasi Rekan-nya di jaringan Remote dengan cara TSAPs, pun dikenal sebagai nomor Port. TSAPs didefinisikan dengan baik serta proses mencoba untuk berkomunikasi dengan rekan. Semua proses server berniat untuk berkomunikasi melalui jaringan disokong dengan populer Transportasi Layanan Access Points (TSAPs) pun dikenal sebagai nomor port.

Misalnya,
Ketika Klien DHCP ingin berkomunikasi dengan DHCP Server jarak jauh, selalu meminta pada Nomor Port 67. Ketika klien DNS ingin berkomunikasi dengan server DNS jauh, selalu meminta Nomor Port 53 (UDP).

Kedua protokol lapisan Transport utama adalah:
 -  Transmission Control Protocol  (TCP)
Menyediakan Komunikasi yg handal antara dua host.
 -  User Datagram Protocol  (UDP)
Menyediakan komunikasi tidak sanggup mengemban amanah antara dua Host.

CONNECTION CONTROL
Koneksi Control: Ini meliputi 2 jenis:
  -  CONNECTIONLESS
Setiap Segmen dianggap sebagai sebuah Paket Independen serta disampaikan ke lapisan Transport pada mesin tujuan.
  -  CONNECTION ORIENTED
Sebelum memperlihatkan Paket, Koneksi dibentuk dengan lapisan transport di mesin tujuan.

   •   FLOW CONTROL
 - Flow Control:
Kontrol Aliran dilakukan ujung ke ujung.
Menjamin bahwa data harus diterima dalam urutan yg sama di mana Data dikirim.

   •   ERROR CONTROL
Error Control dilakukan ujung ke ujung dalam lapisan ini untuk memastikan bahwa pesan lengkap datang di lapisan transport peserta tanpa kesalahan. Error Correction dilakukan melalui pengiriman ulang.


[  Lecture 14 - Transport Layer Protocols - Stefan Savage
[  Transport Layer - Muhammad Zen S. Hadi, ST. MSc.
[  Computer Networks Transport Layer - Paolo Costa
[  Chapter 5 - Transport Layer Protocols - IBM Redbook
[  Chapter 3 - Transport Layer
[  Chap.3 - Transport Layer
[  Computer Networks-Transport Layer - Abusayeed Saifullah
[  The Transport Layer - Ao Tang, Lachlan L. H. Andrew